Jumat, 20 November 2009

The Real “In a Relationship” or Just Status Facebook?!

Facebook, telah menjadi situs “fenomenal” lah bisa dibilang. Dari mulai anak bocah ampe nenek-nenek (maybe) punya akun Facebook. Kenapa nggak? Alasan yang aku denger dari teman-teman, dengan adanya Facebook ini bisa lebih menjalin erat shilaturahmi. Dengan teman lama bahkan keluarga yang jauh pun bisa ketemu nimbrung di Facebook. Saling add dan confirm, saling update status, saling comment-comment an juga saling tag-tag an gambar. Sampai pasang status “single, in a relationship ataupun engaged dan married”. Bahkan ada juga yang add friends hanya untuk memperbanyak teman (diluar shilaturahmi). Terlebih fitur Facebook yang disertai Game-game yang lumayan bikin aku in the hoy depan kompi. Karena jujur, Facebook buatku cuma untuk iseng-iseng an saja, buat maen game tentunya. Apalagi setelah akun Facebook ku kena hack, semakin malas saja.

Ketika muncul Facebook dan ‘teman-teman’ yang lainnya, telponan atau sms-an pun jadi jarang. Jangan tanya kenapa. Mungkin kalo bisa dibilang, Facebook mengalihkan dunia (ku/nya/mereka). Kayak lagu Afghan saja. Hehehe. Jangan sampai seperti itulah. Kasian kan yang udah ‘In a relationship’ bener-bener, yang selalu menjadikan hari-harinya menjadi beda dengan adanya penantian “sms dan telpon dari sang pacar”. Kalo Facebook di addicted-in, gimana nasib pacarnya donk?!

Gak jarang, Facebook membuat suatu kenyamanan. Dan gak jarang, Facebook juga membuat suatu pemasalahan. Kenapa aku membuat statement seperti itu? Karena aku yang merasakan. Mungkin juga kalian?

Ada apa dengan Facebook, hingga membuatnya sangat menarik? Apakah karena ada ‘orang-orang terdahulu’ yang membuat Facebook lebih sering dibuka daripada Handphone?! Lebih dalam lagi, atau yang membuat Operamini lebih sering di’klik’ daripada Messaging or Contact?! Only God knows.

“Yang terpenting untukku adalah, memiliki seseorang yang selalu mengingatkan aku untuk beristirahat ketika aku dibuat lelah dan tersibukkan oleh suatu pekerjaan. Seseorang yang selalu mengingatkan aku makan dan minum ketika semua itu terlupakan. Seseorang yang selalu bisa kuajak menangis dan tertawa dalam setiap keadaan.”

Bukan hanya dan dengan saling “In a relationship” di Facebook yang maya, tapi “In a relationship” dalam kehidupan nyata (walau dalam keadaan apanpun) akan sangat terasa dan lebih bermakna.