13-16 April 2010. Hari yang sangat menyenangkan untuk ku dan juga untuk teman-teman LSGP semua. Hari yang begitu mengesankan dan begitu ahhh, pokoknya segalanya deh.
LSGP CAIRO SPRING TOUR With Harmony. Itulah tulisan yang tertera di spanduk biru. Bener-bener bukan hanya memberikan sebuah harmony, tapi juga melody bahkan imagy untuk aku sendiri. Emang Spring tour kemaren adalah kesempatan yang sangat luar biasa. Furshoh Sa’iidah, kalau orang lain bilang. Gimana enggak, dengan biaya yang begitu hemat dan murah, kita bisa terdampar dengan enjoy di St. Catherine, Pantai Dahab dan Pantai Sharm El Syeikh. Biasanya tempat-tempat itu dikunjungi setiap Summer, tapi membuat keunikan tersendiri kok kenapa kita touring nya pas Spring. Asli, gila banget serunya tuh! And, anyway…. Ini adalah tour terindah. Ini adalah tour ku yang kedua kalinya ke daerah itu.
Perjalanan tour dari Cairo-Sinai (Mount Moses/Gebel Musa/Jabal Musa) itu sekitar 6-7 jam. Kita berangkat kemaren jam 6 sore. Dengan perbekalan yang udah kita siapkan sebelum mendaki gunung sinai dan harapan untuk mendaki dengan lancar tanpa hambatan apa-apa. Kalau cape dan pegel itu jelas.
Alhamdulillah, tiba di South Sinai jam 2 malam. Aku dan teman-teman udah gak sabar pengen cepet-cepet nyampe puncak. Huh, dingin banget ternyata. Makanya, dari bawah kita udah siap pakai jaket tebel, syal dan sarung tangan. Senter adalah bekal yang paling penting. Karena sepanjang jalanan gunung itu gak ada lampu sama sekali. Kita hanya menyusuri jalan yang Subhaanallah… Sesekali teringat ketika Nabi Musa dulu mendaki gunung itu belum ada lampu senter atau hal-hal lainnya seperti yang kita persiapkan sekarang. Selain bertafakkur akan ciptaan-Nya di puncak sana, kita juga bertujuan untuk melihat sunrise yang begitu indah dibalik bukit-bukit yang menjulang tinggi. Dan Subhaanallah… Ku ucap berkali-kali.
Setelah melihat sunrise dan fose-fose take foto sampai narsis di atas bukit, kita turun sekitar jam 7 pagi. Dan asli, mau naik mau turun itu sama saja. Membuat kaki serasa melayang. Pegel! Tapi itulah, serunya tiada banding. Dan tentu saja, waktu yang ditempuh itu lebih cepat. Kalo pas naik kan, haduh… dikit-dikit duduk, dikit-dikit istirahat, atau kalo nggak papasan sama onta jadi diem dulu. Banyak onta juga lho disana. 1,5 jam sampailah sudah.
Next, Dahab Beach.
Siang yang indah di Dahab Ressort. Kita sewa penginapan, karena kita berencana bermalam disana. Asiknya bisa keliling pantai Dahab. Dan yang paling penting, kelilingnya sambil naek sepeda. Beuh.. mengesankan. Malemnya, kita ngadaian acara simulasi sambil bakar-bakaran ayam untuk makan malam. Dipinggir pantai dengan candle light. Makan cuma pake plastik zabalah, ditemani desiran ombak yang sudah mulai surut. It’s so romantis booo! Kehangatan persaudaraan bersama teman-teman sangat terasa saat itu.
Gak kerasa, besoknya kita cabut darisana menuju Pantai Sharm El Syeikh. Pantai favorit para turis dari Eropa, katanya. Emang sangat indah. Apalagi pantai yang kita kunjungi kemaren, adalah pertama kalinya aku kesana. Tour Sharm El Syeikh yang dulu, beda tempat. Jadi, agak-agak surprise juga. Tapi, sayangnya… Aku gak sempet nyebur-nyebur, padahal udah niatan sebelumnya. Ya sudahlah, yang pasti disana kita senang. Aku, apalagi. Hehehe.
Sunset, back to Cairo. Our beloved City.
( Foto, di post selanjutnya aja yaaaaah…. )
